Selasa, April 13, 2004

Surat Untuk Tuhan

*guratan ramadhan tahun lalu...*

Tuhan…
BulanMu kan berakhir
Terima kasih Tuhan, telah kau izinkan aku sedikit menemu cahayaMu
Dimalam akhir ini
Izinkan hambaMu berkeluh kesah…

Sepanjang hari dibulanMu...
Aku memohon kepadaMu
Memanjat padaMu
Memohon ampun, mengiba hidayahMu, tuk mencuci hatiku

Mulutku berkata, ini untukMu Ya Allah
Hanya terkadang aku lupa, betapa kuasanya diriMu
Yang tak mampu didustai
Bahwa ini mulutku berkata dusta

Ampun ya Allah, karena hamba hanya datang dikala duka
Hamba mencarimu, karena tiada lagi tempat untuk berbagi
Karena kadang hati tak tentu, rindukan senandung damai
Karena hati tengah gulana
Ampuni aku, Tuhan

Tuhan…
Kau yang mencipta cinta
Kau yang mencipta alam dengan pasangannya
Dan aku adalah alamMu
Yang juga tengah mencari

Dalam untai mohonku padaMu,selalu kurangkai kata
Ampuni aku ya Allah atas nista yang kubuat
Ampuni, lindungi, dan banjiri HidayahMu
Pada orangtuaku, keluargaku, dan orang-orang yang ku cintai
Jauh melebihi cinta, kasih dan lindungan mereka padaku
Bersihkan hatiku dari penyakit hati
Iri, dengki, riya, buruk sangka,

Dan Tuhan…
Kumohon ketenangan dalam hati
Kumohon petunjukMu
Atas gulana yang Kau tahu
Bantu aku ya Tuhan,


Jika memang dia adalah pasangan yang kau cipta untukku
Tunjukkan…
Mudahkan…
Bukakan jalanku…
Dan jika memang Kau berkehendak lain
Ku mohon Ya Allah
Tolong… tolong bantu aku untuk ikhlas
Meski aku tahu itu berat
Dan pertemukanlah kami dengan pasangan hidup kami
Yang terbaik.... bagi hidup kami

Dalam setiap titik rebak dipelupuk mata
Kutunggu petunjukMu
Kadang ku berharap... kadang ku terpuruk
Kadang ku merasa... inilah PetunjukMu, untuk terus maju
Kadang ku merasa... PetunjukMu memintaku untuk berhenti

Kini aku tahu…dan terkadang aku berfikir
Kenapa kau tak bukakan jalanku
Ya, karena aku membohongiMu
Karena aku tidak sepenuhnya ikhlas, membiarkanMu menunjukkan jalanku
Karena aku memaksa kehendakku
Agar kau menunjukkan jalanku dengannya, bukan berserah diri pada Mu

Ah....
Apa itu ikhlas
Aku tak percaya ada makhlukMu yang ikhlas
Ibadah saja berharap pahala
Padahal Kau berhak berbuat apa saja
Entah memberi sorga atau neraka

Kau tahu Tuhan?
Kadang kurasa bukan Kau yang tahu perasaanku
Tapi Padi, Gigi, Flanella, Dygta, DNA, Slank, Audi, Marchell, Chrisye….
Bukan Engkau Tuhan
Tapi Brian Mc Knight, Leonel Ritchie, James Ingram, Sting, U2, The Corrs
Mereka tlah mencipta untaian nada menulis lelahku
Mereka tahu rapuhku
Mereka tahu patahku
Mereka tahu hitamku …rasaku
Mereka tahu asa-ku

Kemaren aku menerima sebuah surat dalam mailboxku
Sama sepertiku, Juga berisikan luapan hati yang tertuju padaMu
Yang mencoba merobek tatanan orang tentangMu

Dia bilang Kau juga bisa fanky
Kau juga bisa lucu, iseng
Bahwa Kau juga maha sombong lagi maha angkuh

Dan bahwa betapa selama bulanMu ini banyak orang menjadi eksibionist
Berpamer-pamer dan sok dekat denganMu
Semua tiba tiba menjadi sok suci, semua menggosipkanMu
Semua mendendangkanMu
Semua merasa sangat mengenalMu
Padahal Kau kan tak bisa di bohongi kan Tuhan?

Uh... semoga aku tak seperti itu
Tapi hanya kau yang tahu
Aku hanya bisa berharap dalam doa
Ya Allah, jangan sampai kau hilangkan HidayahMu selama bulan ini
Ketika bulan ini berakhir
Karena ku tak mau bermuka dua untukMu

Yah, tapi aku hanyalah seorang Hamba

Tuhan...
Yang mana petunjukMu?
Aku tak melihat hitam dan putih
Aku hanya melihat kelabu

Kadang aku berfikir
Apakah adil, jika aku selalu mengganggunya dengan pesan-pesanku?
Apakah adil untuknya, jika aku masih menghantuinya dengan suaraku?
Lalu haruskah aku menghilang dari dunianya?
Tidak kah dia berhak untuk mencari cintanya sendiri?

Sisi bijakku memintaku untuk bermuka dua
Ya, nama lain untuk orang-orang yang ikhlas dan telah benar-benar bijak
Sisi bijakku juga meminta untuk tidak merusak silaturrahmi
Sisi bijakku memintaku tuk membantunya menemukan jati dirinya
Menemukan yang terbaik untuk dirinya
Selalu ada ketika dia membutuhkan
Meski aku bukan siapa
Biarkan ia menikmati harinya
Biarkan ia mengurai canda tawanya dimana-mana
Mewarnai dunia yang kian kusam

Tapi hidupku bukan sinetron
Yang begitu pintar mengalun, membuai


Mana petunjukMu?
Apakah ketika ia membalas sms ku itu adalah petunjuk?
Bahwa aku harus terus berjuang untuknya?
Apakah ketika aku tak mengirim pesanku, lalu iapun tidak mengirim pesan apapun
Itu adalah petunjukMu untuk ku berhenti dan ikhlas melepas?
Lalu apa artinya ketika ia berkata “cari dong, masak kalah...“, atau “si anu mau nikah“ Atau “jangan bikin aku merasa bersalah dong“ atau “hayo, lagi mikirin siapa? “
Apa artinya?

Sebenarnya, apa sih yang ada dipikirannya Tuhan?
Apa sih yang ada di hatinya?
Apakah ia tenang saat ini?
Apakah dia bahagia disana?
Apakah ia terganggu olehku?
Pernahkah ia berfikir tentangku
Ada sejuta apakah untuknya
Dan ada tak terbatas pertanyaan tentang apa rencanaMu untukku

Mau Kamu apa sih Tuhan?

Aku adalah makhlukMu yang pelupa
Tapi kenapa sangat sulit melupanya
Aku adalah makhlukMu yang selalu yakin mampu mencapai duniaMu dengan izinMu
Tapi kenapa kini aku begitu lelah untuk berjuang

Aku tahu hidup harus memilih
Tapi terkadang pilihanmu suka aneh-aneh
Terkadang ku fikir itu bukan pilihan
Suka sulit untuk dilalui
Andai saja Kau yang bikin soal buat kuis Who want to be a millionaire
Andai saja pembuat TTS mau belajar padaMu
Aku yakin semua orang akan berkerut kening hingga pusing
Tapi begitulah Kau tunjukkan kuasaMu
Agar ku sadar ada Zat yang maha Kuasa, yang takkan pernah mampu tuk dicerna

Mungkin saat ini Kau tengah tersenyum, tergeleng-geleng melihatku
Mungkin juga marah, karena kekurang ajaranku
Mungkin juga maklum, karena Kau juga Maha Pemaaf
Kamu sayang banget ya Tuhan sama aku?
Apa gak ada kerjaan yang laen?
MakhlukMu kan banyak?
Kamu begitu memperhatikan hidupku
Membiarkanku berbuat salah
Lalu menghukumku dengan caraMu yang Maha Dahsyat?
Membiarkan hatiku layaknya ombak pantai selatan

Terserah...
Kau memang segala Maha
Dan aku adalah hamba
Kau yang mencipta, dan aku yang tercipta

Rasanya sholatku pun tak mampu membuatku berbicara dengan bebas pada Khalik-ku

Sekarang…
Seperti syair pujangga sampaikan
Saat ini aku hanya ingin mengalir
Mengikut kata hati
Dan semoga hatiku masih ada, meski tak berisi
Sambil tetap menunggu pesan dari langit
Dan mencoba menikmati tarikan napas yang Kau persembahkan
Memutar balik pasrah, ikhtiar dan doa
Karenaku takkan menunggu takdir
Tapi kan ku jemput
Sekuatku....
Semampuku....
Karena hidup tak akan berenti karenaku

Pagi ini...
Seiring azan subuhMu memanggilku
Subuh terakhir dibulanMu nan suci
Izinkan aku kembali memanjatkan doa

Ya Allah....
Ampuni aku ya Allah, hambaMu yang nista, dan tak tahu diri ini
Jangan Kau biarkan kehilangan menjadi bagian hidupku
Jangan kau biarkan rasa yang tak terasa ini terus mengisi relung hati
Izinkan aku mengecup ramadhanMu kembali
Jangan Kau biarkan nikmat ramadhanMu hilang begitu ia berakhir
Jangan kau biarkan kosong hati diisi iblis
Jangan Kau biarkan asmaMu kusebut hanya tatkala duka
Jangan Kau biarkan jasad ini berakhir memujaMu ketika Ramadan menutup mata

Meski aku berhadap sangat
Meskipun hati dan pikir tak sama
Kuniatkan ikhlas sepenuh jiwa, jika Kau tak memberi ridhaMu

Izinkan aku untuk tetap menghadap disubuhMu
Yang selalu kutinggalkan dulu
Izinkan aku mengelus cintaMu
Izinkan aku mencinta dan dicinta
Izinkan air wudhuMu membasuh rasa sepi
Rasa hampa, rasa gulana
Izinkan sujudku membawa ketenangan
Izinkan aku tersenyum, sesenyum senyumnya
Izinkan aku menebar manfaatku bagi semesta
Izinkan aku menikmati tidur
Izinkan aku menuai asa


Izinkan aku merasakan damainya Fitri
Izinkan aku dibelai nikmatnya Idul Fitri
Meski aku tahu aku tak pantas
Karena aku masih jauh dari Fitrahku
Tapi aku memohon padaMu

Teriring curahanku padaMu
Menjelang hari pemurnianMu
Mohon sampaikan padanya ya Allah
Rasa maaf tak terhingga dari lubuk hati yang paling dalam
Atas segala kesalahan dan perih hati yang telah kuciptakan
Atas setiap tetes tangis yang keluar terburai mengurai sedih

Jika pesanku padaMu ini membuatnya terluka
Mohon sembuhkan wahai Sang Maha
Biarkan ia tak menahu dan tak merasa

Berilah kebahagiaan sepanjang hidupnya
Curahkanlah hidayahMu sepanjang hayatnya
Limpahkan padanya cinta kasihMu
Izinkan dia merasakan cintaMu yang kau sampaikan melalui ciptaanMu
Beri dia pasangan yang yang mencintainya dan dicintainya lahir dan bathin
Bantu ia mencapai harapan dan asanya
Jauhkan darinya sedih, duka dan nestapa

Perkenankanlah doa hamba Mu ini ya Allah….
Amin.... ya rabbal a’lamin...

23 November 03, 02.17 – 04.03
Menunggu sahur
Tengah malam menjelang subuh
Dihari terakhir ramadhan
Hanya sebuah coretan bodoh buat Tuhan
Dari lubuk hati...

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Minal Aidin wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Love,…and Peace…

-me-
nothing…

nb :
Eh Tuhan…
Engkau lebaran kemana?
Kalo bingung, ketempatku aja
Tapi bawa makanan ndiri ya, abis aku gak punya makanan dirumah
Ok?


* satu tahun hidup tanpa hati....