TAWA SANGKALA
ketika hasrat tlah berganti rasa
dan pintu pintu terbentang lebar
memilih untuk dipilih
derap langkah tungkai yang tergesa ragukan
kemana wahai engkau kawan?
ketika ingin sudah membuncah
terbaur ragu
terbagi ngilu
hendak mengapa engkau teman?
lalu tatkala suara suara menggema pekakkan hati
masihkan kau tak tau kawan?
ketika ingin tak lagi menggerak hati
ketika hasrat tak lagi mengayun kaki
ketika obsesi tak lagi membangkin emosi
hendak kemana kau mengelak ?
dan akhirnya tersisa lelah
serentak mengalirlah sang waktu
tertawa terburai terbahak
melihat setitik mayat beku
yang tengah mengeliat berat
dengan muka padam tanpa makna
mencoba menggores lantai dingin yang menggigit
mencoba menggesek batu batu salju
agar terpercik rasa hangat
agar tumbuh benih rindu
tuk kembali
hidup.....
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home