Maaf...
HAH!
kulempar napas itu berat berat
muntahkan sampah serapah yang sesakkan hati
mencoba luruskan pikiran nanar yang mulai merasuki bangkai yang bernafas
kembali, terasa betapa tidak mudah menguntai simponi hati
menata hati, pikir dan zikir dalam alunan orkestra nan anggun
maafkan aku cinta...
aku tak mampu mendusta..
tatkala tetes embun itu menyeruak disela-sela pori
dan sentuhan mentari membelai tidur nyenyakku
mengecup sanubari dengan wangi surgawi
dan akupun berkata
"terima kasih cinta, telah menjebakku dalam damai tatapmu..."
dan asa itupun mengalir
deras
menghantam tembok nilai-nilai yang ku bangun utuh
berderai tak berbekas
hanyutkan diriku
dalam sadar
hidup itu adalah pilihan
dan aku telah memilih
untuk hanyut...
kebahagiaan dan rasa sakit adalah sepasang kekasih yang tak terpisah
dan ketika manusia memilih untuk mencintai sepenuh hati
mereguk kebahagiaan dititik tak terbatas
dan pilu itu akan melangkah seiring dengannya
hanya mereka yang siap menerima siksa tak terlukiskan
yang mampu mencinta tanpa batas
cinta..
izinkan aku
untuk belajar
mencintamu
tanpa syarat....
namun aku tak kuasa...
maaf...
*hiks...
susahnya untuk ikhlas....
kulempar napas itu berat berat
muntahkan sampah serapah yang sesakkan hati
mencoba luruskan pikiran nanar yang mulai merasuki bangkai yang bernafas
kembali, terasa betapa tidak mudah menguntai simponi hati
menata hati, pikir dan zikir dalam alunan orkestra nan anggun
maafkan aku cinta...
aku tak mampu mendusta..
tatkala tetes embun itu menyeruak disela-sela pori
dan sentuhan mentari membelai tidur nyenyakku
mengecup sanubari dengan wangi surgawi
dan akupun berkata
"terima kasih cinta, telah menjebakku dalam damai tatapmu..."
dan asa itupun mengalir
deras
menghantam tembok nilai-nilai yang ku bangun utuh
berderai tak berbekas
hanyutkan diriku
dalam sadar
hidup itu adalah pilihan
dan aku telah memilih
untuk hanyut...
kebahagiaan dan rasa sakit adalah sepasang kekasih yang tak terpisah
dan ketika manusia memilih untuk mencintai sepenuh hati
mereguk kebahagiaan dititik tak terbatas
dan pilu itu akan melangkah seiring dengannya
hanya mereka yang siap menerima siksa tak terlukiskan
yang mampu mencinta tanpa batas
cinta..
izinkan aku
untuk belajar
mencintamu
tanpa syarat....
namun aku tak kuasa...
maaf...
*hiks...
susahnya untuk ikhlas....
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home