catatan hitam sang pencinta
tak satupun yang dialami tanpa makna
begitupula diriku
bahkan jika makna itu sulit untuk dimengerti
siapakah yang mampu membaca prasasti takdir?
aku mengagumi sang mawar
dan ingin ku memetik
hanya untuk melihat jejariku tertusuk duri
cinta adalah bejana anggur yang mengisi penuh cawan kalbu
dan aku meminumnya tuntas
membiarkan diriku terlena mabuk
hingga mataku menjadi tuli
hidungku menjadi bisu
lalu aku menemukan aku kehilangan aku
mengawang
kurasa takdir dan ingin ibarat kutub magnet
mencari obat yang meracuniku
dan mencari racun yang mengobatiku
lalu dimanakah bedanya?
aku hanya pencinta yang hanyut dimainkan waktu
yang menggores tinta hitam dalam bebatuan takdir
yang tersesat dalam labirin ketidakjelasan
hingga akhirnya tak satupun yang mampu kuraih
lalu mati, dalam lelah
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home