Sabtu, Mei 14, 2005

Layla majnun

ini adalah selembar kertas kesedihan
yang dikirim oleh jiwa penuh duka
ini datang dariku
sang tawanan yang tersesat dalam penjara hatimu

seorang bijak harus menyembunyikan kesedihan agar orang lain tak bergembira diatasnya
namun tidak untukku

aku tak ingin bijak untukmu
kuizinkan engkau tertawa bahana dalam dukaku
mengejek meludah harga diri yang telah korek habis
namun itu hanya untukmu

kau adalah penyembuh bagi semua yang salah pada diriku
namun pada saat yang sama kau adalah penyakitku
kau adalah anggur dalam cawanku
namun tidak menjadi milikku
kau adalah mahkota yang telah dibuat untukku
namun yang menghiasi kepala orang lain
memang kau adalah hartaku
namun kau ada ditanggan orang asing, untuk dia nikmati
aku tidak lain adalah seorang pengemis malang
yang mati dipatuk ular penjagamu

kau adalah surga
namun aku tak dapat menemukan kunci untuk membuka gerbangnya
kau adalah milikku
namun bukan milikku
kau adalah langit
namun kau begitu jauh hingga bisa jadi kau adalah neraka beserta segala isinya

pohon kehidupanku timbuh dalam hutan jiwamu
dan itu adalah milikmu
tebanglah ia
tebanglah pohon itu
maka sebagian dari dirimu akan jatuh dan mati

kau wanita, adalah penyebab sekaratku yang berkepanjangan
tapi hasratku padamu membuat kau kumaafkan
kaulah sang matahari sementara akulah bintang malam
cahayamu menyurutkan kerlipku yang kelam
nyala lilin iri padamu

walau tersiksa, aku akan tetap menjadi sasaran cambukmu
ketika mati, aku adalah darah yang mengalir dinadimu

aku adalah laron yang mencari sang lilin
yang akhirnya menjadi lilin itu sendiri
dan musnah terbakar oleh lelehan airmata panas yang kuciptakan sendiri

inspired by : Layla majnun