untuk bintang, bulan, dan matahariku...
seumur hidupku baru tiga kali aku jatuh dan mencinta
kepada bintang, bulan, dan matahari
sang bintang kini tlah menyatu dengan belahan hatinya
kasih sayang mereka telah merekat dalam ikatan sang kuasa
sedangkan sang bulan kini tengah memadu kasih
merangkai cinta kasih yang deraikan tetawa diujung langit bersama sang tersayang
tinggallah aku dan matahari...
matahari yang menyinari hidupku
memberi nilai dalam norma-norma hukum alam
hingga ketiadaan bintang dan bulan tak lagi merisaukanku
hanya saja...
matahari tengah menjalankan takdirnya tuk terbit disiang hari
dan telah memilih tuk sandarkan pesonanya pada sang bumi
sedangkan aku adalah sang malam
tak henti hasratku tuk memeluknya
hanya saja mencintanya seperti sebuah kesalahan
karena matahari telah dimiliki sang bumi
sedangkan aku adalah sang malam
seakan takdir bicara
karena sinarnyalah yang menguburku
dan kematiankulah yang akan menghidupkannya
matahariku seakan asa yang tak mampu ku raih
mendambanya adalah semangatku
namun mencintanya ibarat adalah dosa semesta
mencintanya seperti pelanggaran akan kodrat alam
dan mencintanya seakan menciptakan kesengsaraan bagi seluruh isi bumi
karena itu hanya akan terjadi jika kiamat telah tiba
ya..
mungkin tak pantas bagiku untuk menyandingnya
karena aku adalah sang malam
dia ia adalah sang matahari
dan semesta ini membutuhkan sinarnya
dan kini sang malam tengah menjalankan takdirnya
memandang bintang yang terus bersinar terang
mengagumi sang bulan pancarkan sinar nan anggun menawan
seraya lantunkan doa untuk kebahagiaan mereka
dan untukmu wahai matahariku
kuharap kasihku kan menjadi semangat untukmu
hingga sinarmu dipagi hari kan ceriakan seluruh isi bumi
dan sayangku kan menjadi senandungmu
hingga lembayungmu adalah rona keindahan di sore hari
karena mencintamu seakan sulit bagi kita
namun kasih dan sayangku kan menyertaimu sepanjang masa
aku adalah sang malam
yang akan menemani insan melepas penat dan hasrat sejenak
yang gelapnya selalu didamba sebagai petanda tuk memadu kasih
dan kelamnya tlah membuat benderang lembut sang bintang dan bulan dipuja
sampai mentari pagi hangatkan hamparan bumi
memancarkan pesona kehidupan nan ceria
aku tetaplah sang malam
yang berharap mampu tuk terus mencari cintanya sejatinya
cinta yang mampu menerimanya apa adanya
dalam gelap
dalam kelam
dan sang malam kan terus mencari...
*tengah malam
ketika sang malam menunggu matinya
karena sang mentari kan memancarkan sinarnya kehidupan...
kepada bintang, bulan, dan matahari
sang bintang kini tlah menyatu dengan belahan hatinya
kasih sayang mereka telah merekat dalam ikatan sang kuasa
sedangkan sang bulan kini tengah memadu kasih
merangkai cinta kasih yang deraikan tetawa diujung langit bersama sang tersayang
tinggallah aku dan matahari...
matahari yang menyinari hidupku
memberi nilai dalam norma-norma hukum alam
hingga ketiadaan bintang dan bulan tak lagi merisaukanku
hanya saja...
matahari tengah menjalankan takdirnya tuk terbit disiang hari
dan telah memilih tuk sandarkan pesonanya pada sang bumi
sedangkan aku adalah sang malam
tak henti hasratku tuk memeluknya
hanya saja mencintanya seperti sebuah kesalahan
karena matahari telah dimiliki sang bumi
sedangkan aku adalah sang malam
seakan takdir bicara
karena sinarnyalah yang menguburku
dan kematiankulah yang akan menghidupkannya
matahariku seakan asa yang tak mampu ku raih
mendambanya adalah semangatku
namun mencintanya ibarat adalah dosa semesta
mencintanya seperti pelanggaran akan kodrat alam
dan mencintanya seakan menciptakan kesengsaraan bagi seluruh isi bumi
karena itu hanya akan terjadi jika kiamat telah tiba
ya..
mungkin tak pantas bagiku untuk menyandingnya
karena aku adalah sang malam
dia ia adalah sang matahari
dan semesta ini membutuhkan sinarnya
dan kini sang malam tengah menjalankan takdirnya
memandang bintang yang terus bersinar terang
mengagumi sang bulan pancarkan sinar nan anggun menawan
seraya lantunkan doa untuk kebahagiaan mereka
dan untukmu wahai matahariku
kuharap kasihku kan menjadi semangat untukmu
hingga sinarmu dipagi hari kan ceriakan seluruh isi bumi
dan sayangku kan menjadi senandungmu
hingga lembayungmu adalah rona keindahan di sore hari
karena mencintamu seakan sulit bagi kita
namun kasih dan sayangku kan menyertaimu sepanjang masa
aku adalah sang malam
yang akan menemani insan melepas penat dan hasrat sejenak
yang gelapnya selalu didamba sebagai petanda tuk memadu kasih
dan kelamnya tlah membuat benderang lembut sang bintang dan bulan dipuja
sampai mentari pagi hangatkan hamparan bumi
memancarkan pesona kehidupan nan ceria
aku tetaplah sang malam
yang berharap mampu tuk terus mencari cintanya sejatinya
cinta yang mampu menerimanya apa adanya
dalam gelap
dalam kelam
dan sang malam kan terus mencari...
*tengah malam
ketika sang malam menunggu matinya
karena sang mentari kan memancarkan sinarnya kehidupan...
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home