Kamis, September 08, 2005

in the middle of nowhere

maafkan aku cinta
aku tak kuasa lagi menyakitimu
hingga kering sungai sungai disekelupuk mata

maafkan aku cinta
cukup sudah keraguan itu mengganggu indah hidupmu
tak kuasa lagi aku berada dalam ambang serabut syaraf
dan semua kan kubuat mudah untukmu

telah kering bangkai ini oleh waktu
dan cukuplah sudah aku dalam sekarat tak menentu
karena aku adalah sang malam
dan kau adalah embun diufuk pagi

selamat datang wahai sahabatku
sang pilu nan setia menemaniku
kuharap kau tak lagi meninggalkanku
karena bahagia itu lebih menyedihkan dari sedih itu sendiri
karena bahagia hanya menunggu waktu tuk berlalu
karena aku tak ingin hidup hanya untuk menunggu mati

izinkan aku mati dengan tenang
bersama sahabat-sahabatku
sang malam
sang pilu
sang duka
kekal bersama mereka, sahabat setiaku

untukmu cintaku
kuyakin semua kan mudah kau lalui
keiklasanmu bersamaNya kan tenangkan ombakmu dalam sekejap
kepasrahanmu pada waktu kan membuang bangkai busukku jauh ketengah samudra
dan kau adalah semerbak wangi yang kan tetap tersenyum anggun

selamat datang sahabatku
aku ingin kekal bersamamu
ditengah badai tak berujung
dalam pusaran semilir angin yang mengiris dingin
tuk membawaku ketengah salju abadi
seraya menunggu ajal membawaku pergi

*in the middle of nowhere...