ada dan tiada
aku hanyalah lelaki sederhana
dengan mimpi yang sederhana
namun inginku seperti kutukan bagi sekelilingku
dan aku tak ingin begitu
mungkin aku harus tak berkeinginan
agar damai ada bagi mereka yang ada disekitarku
mungkin aku memang tak boleh menjadi aku
agar tentram akan teduhi orang orang terkasihku
jika adaku hanya kan lelahkan sesahabatku,
menahan langkah pecintaku mencapai asa,
gelisahkan hidup para sesaudaraku
maka tiadaku adalah semerbak embun pagi
jika tiadaku kan terbitkan senyum disudut bibir mereka
ku harap aku ikhlas menerima takdirku
untuk tiada..
dengan mimpi yang sederhana
namun inginku seperti kutukan bagi sekelilingku
dan aku tak ingin begitu
mungkin aku harus tak berkeinginan
agar damai ada bagi mereka yang ada disekitarku
mungkin aku memang tak boleh menjadi aku
agar tentram akan teduhi orang orang terkasihku
jika adaku hanya kan lelahkan sesahabatku,
menahan langkah pecintaku mencapai asa,
gelisahkan hidup para sesaudaraku
maka tiadaku adalah semerbak embun pagi
jika tiadaku kan terbitkan senyum disudut bibir mereka
ku harap aku ikhlas menerima takdirku
untuk tiada..
1 Comments:
Ketika tepian tak lagi terukur,....
aku mengerti semua langkah-langkah gontai yang menyelimuti hati
ketika kita tak lagi berpegangan pada dahan yang sama
dan saling melepaskan puing-puing jiwa yang telah terbangun
dan menjadikan retak dan runtuh pilar-pilar hati
masing-masing kita berharap akan mengawalinya lagi dengan sempurna
setelah beberapa saat kita terlepas......apakah yang ada di benakmu?
apakah aku sebagai bebanmu telah memberikan hadiah terbesar untuk mu
yaitu kepergianku ini?
masih basah tanah ini seperti ketika kau pergi meninggalkan diri
seandainya bisa ku menuangkannya lebih manis dan dapat membuatmu terdiam
mungkin kesendirian ini tidak hinggap pada diriku
menyatakan aku sendiripun takut rasa hati ini
aku terlahir sebagai cangkang...diperlakukan sebagai cangkang dan mati sebagai cangkang..
Posting Komentar
<< Home