Jumat, September 04, 2009

hampa

hampa
aku hampa

hampa karena kebodohan yang nista
nista yang tak dapat dihapus oleh lautan airmata
sesal yang tak bisa diulang asa

kini asa itu telah tiada
meninggalkan lelaki bodoh ini dalam nestapa
nestapa yang tercipta oleh raga yang tak tau mengharga

hampa
aku hampa

entah kemana raga ini hendak dibawa

Tuhan,
pantaskah aku memanjat doa
mengharap maaf dari sang pencinta?

tak ada lagi wajah untuk dibuka
tak ada lagi pantas untuk dicinta
aku hanyalah pendosa
yang telah merusak kertas putih nan tergulung rasa

hampa ini pantas untukmu wahai pendosa
karena setumpuk sampah sepertimu memang harus tak merasa apa
nikmatilah olehmu gelombang azab ditengah samudera
sendiri tanpa arah dalam belantara

disini, aku hampa