Jumat, September 04, 2009

kini aku mati

aku hanyalah jiwa tanpa rasa
jiwaku telah pergi
jiwaku telah tiada
tiada kubunuh sendiri

malaikat itu telah datang menggenggam jemari
malaikat yang kupanggil sendiri
tuk menancap sembilu
menggores duri

ku sembelih belahan jiwaku dengan tanganku sendiri
ku potong nadiku dengan temali diri
ku renggut sayap putih nan indah tak terkira
ku robek masa depan nan bersih tak bernoda

kini apa yang kau punya kawan?
tlah kau pilih panasnya neraka
lelehkan jiwa suci perawan
sudah puaskah engkau wahai lelaki nista?

sewindu tangis tak cukup pantas untukmu
seabad cambuk layak bagimu

kau, adalah pelaknat
pengisi jahanam
maafmu hanyalah bau busuk nan menyengat kuat
di liang kubur nan tergali dalam

disana tempatmu, wahai jahanam
dalam dingin menusuk diujung malam
mati
dalam sepi