Jumat, November 19, 2004

Ternyata kertas itu masih penuh coretan...

selamat datang, wahai bulan penuh cinta
waktu dimana seluruh isi bumi berbagi kasih
menebar benih kedamaian

senyum tulus terpancar disela-sela hamparan alam
canda tawa berderai dipelosok dunia
pelukan hangat, genggaman suci
merontokkan debu-debu
membasuh duri hati
dihari nan fitri

indahnya semestaMu wahai sang Maha Pencinta...

di salah satu sudut dunia
aku terdiam dalam perenunganku
menyeburkan diri dalam sepi
ditengah hiruk pikuk kebahagiaan anak manusia

kubenamkan diri dalam-dalam
menjebakkan diri dalam rasa
merasakan kesunyian ditengah keramaian
meringkuk beku ditengah kehangatan
seraya mengintip lalu lalang insan alam berbagi kebahagiaan hakiki
agar dapat kurasakan
betapa indah cinta kasih
betapa indah berbagi rasa
betapa indah saling menyayang
agar kuraih rasa syukur yang mendalam

Maaf wahai Tuhan...
dengan jujur harus kuakui
Ternyata hati ini masih bernoda
Noda iri noda dengki
Iri melihat mereka berbagi cinta
dengki menatap mereka menebar kasih
ternyata aku masih belum mampu menikmati bahagia mereka

Dalam asa
terpanjatkan harap
izinkan aku kembali menemui hariMu
ikut menebar cinta kasih
mengenggam bahagia
berbagi kasih
dan sayang




Senin, November 15, 2004

Kerinduan

izinkan aku merindumu
agar aku tahu bahwa hatiku tak binasa
agar aroma kehidupan tetap menjamahku

izinkan aku mengisi hati
dengan cinta
agar mengalir darah bekuku
agar terpancar aura ku

izinkan aku menebar kasih
agar dapat kusempurnakan hidupku
merasakan kedamaian membelai memabukkan
agar terbakar sekujur tubuhku
hingga aku dapat membagi kehangatan
menebar senyum keseluruh rongga alam raya
dan merekapun kan tersenyum

izinkan aku
untuk melesat
menembus batas nirwana
merobek kerasnya bongkah inti bumi

aku hanya ingin berbagi
agar kita bisa tersenyum
dengan tulus...