Minggu, Mei 15, 2005

maaf

tiada maksud untuk menyakiti
meski engkau tersakiti
hanya saja hati ini terlalu jujur secara alami

maaf..
hanya sepatah kata yang bisa kuungkap
aku hanya laki-laki
yang tak mampu menjadi pintar dan jatuh cinta diwaktu yang sama

Sabtu, Mei 14, 2005

Layla majnun

ini adalah selembar kertas kesedihan
yang dikirim oleh jiwa penuh duka
ini datang dariku
sang tawanan yang tersesat dalam penjara hatimu

seorang bijak harus menyembunyikan kesedihan agar orang lain tak bergembira diatasnya
namun tidak untukku

aku tak ingin bijak untukmu
kuizinkan engkau tertawa bahana dalam dukaku
mengejek meludah harga diri yang telah korek habis
namun itu hanya untukmu

kau adalah penyembuh bagi semua yang salah pada diriku
namun pada saat yang sama kau adalah penyakitku
kau adalah anggur dalam cawanku
namun tidak menjadi milikku
kau adalah mahkota yang telah dibuat untukku
namun yang menghiasi kepala orang lain
memang kau adalah hartaku
namun kau ada ditanggan orang asing, untuk dia nikmati
aku tidak lain adalah seorang pengemis malang
yang mati dipatuk ular penjagamu

kau adalah surga
namun aku tak dapat menemukan kunci untuk membuka gerbangnya
kau adalah milikku
namun bukan milikku
kau adalah langit
namun kau begitu jauh hingga bisa jadi kau adalah neraka beserta segala isinya

pohon kehidupanku timbuh dalam hutan jiwamu
dan itu adalah milikmu
tebanglah ia
tebanglah pohon itu
maka sebagian dari dirimu akan jatuh dan mati

kau wanita, adalah penyebab sekaratku yang berkepanjangan
tapi hasratku padamu membuat kau kumaafkan
kaulah sang matahari sementara akulah bintang malam
cahayamu menyurutkan kerlipku yang kelam
nyala lilin iri padamu

walau tersiksa, aku akan tetap menjadi sasaran cambukmu
ketika mati, aku adalah darah yang mengalir dinadimu

aku adalah laron yang mencari sang lilin
yang akhirnya menjadi lilin itu sendiri
dan musnah terbakar oleh lelehan airmata panas yang kuciptakan sendiri

inspired by : Layla majnun

catatan hitam sang pencinta



tak satupun yang dialami tanpa makna
begitupula diriku
bahkan jika makna itu sulit untuk dimengerti
siapakah yang mampu membaca prasasti takdir?

aku mengagumi sang mawar
dan ingin ku memetik
hanya untuk melihat jejariku tertusuk duri

cinta adalah bejana anggur yang mengisi penuh cawan kalbu
dan aku meminumnya tuntas
membiarkan diriku terlena mabuk
hingga mataku menjadi tuli
hidungku menjadi bisu

lalu aku menemukan aku kehilangan aku

mengawang
kurasa takdir dan ingin ibarat kutub magnet
mencari obat yang meracuniku
dan mencari racun yang mengobatiku
lalu dimanakah bedanya?

aku hanya pencinta yang hanyut dimainkan waktu
yang menggores tinta hitam dalam bebatuan takdir
yang tersesat dalam labirin ketidakjelasan
hingga akhirnya tak satupun yang mampu kuraih
lalu mati, dalam lelah