Rabu, Juni 29, 2005

untuk bintang, bulan, dan matahariku...

seumur hidupku baru tiga kali aku jatuh dan mencinta
kepada bintang, bulan, dan matahari
sang bintang kini tlah menyatu dengan belahan hatinya
kasih sayang mereka telah merekat dalam ikatan sang kuasa
sedangkan sang bulan kini tengah memadu kasih
merangkai cinta kasih yang deraikan tetawa diujung langit bersama sang tersayang

tinggallah aku dan matahari...

matahari yang menyinari hidupku
memberi nilai dalam norma-norma hukum alam
hingga ketiadaan bintang dan bulan tak lagi merisaukanku

hanya saja...
matahari tengah menjalankan takdirnya tuk terbit disiang hari
dan telah memilih tuk sandarkan pesonanya pada sang bumi
sedangkan aku adalah sang malam

tak henti hasratku tuk memeluknya
hanya saja mencintanya seperti sebuah kesalahan
karena matahari telah dimiliki sang bumi
sedangkan aku adalah sang malam

seakan takdir bicara
karena sinarnyalah yang menguburku
dan kematiankulah yang akan menghidupkannya

matahariku seakan asa yang tak mampu ku raih
mendambanya adalah semangatku
namun mencintanya ibarat adalah dosa semesta
mencintanya seperti pelanggaran akan kodrat alam
dan mencintanya seakan menciptakan kesengsaraan bagi seluruh isi bumi
karena itu hanya akan terjadi jika kiamat telah tiba

ya..
mungkin tak pantas bagiku untuk menyandingnya
karena aku adalah sang malam
dia ia adalah sang matahari
dan semesta ini membutuhkan sinarnya

dan kini sang malam tengah menjalankan takdirnya
memandang bintang yang terus bersinar terang
mengagumi sang bulan pancarkan sinar nan anggun menawan
seraya lantunkan doa untuk kebahagiaan mereka

dan untukmu wahai matahariku
kuharap kasihku kan menjadi semangat untukmu
hingga sinarmu dipagi hari kan ceriakan seluruh isi bumi
dan sayangku kan menjadi senandungmu
hingga lembayungmu adalah rona keindahan di sore hari
karena mencintamu seakan sulit bagi kita
namun kasih dan sayangku kan menyertaimu sepanjang masa

aku adalah sang malam
yang akan menemani insan melepas penat dan hasrat sejenak
yang gelapnya selalu didamba sebagai petanda tuk memadu kasih
dan kelamnya tlah membuat benderang lembut sang bintang dan bulan dipuja
sampai mentari pagi hangatkan hamparan bumi
memancarkan pesona kehidupan nan ceria

aku tetaplah sang malam
yang berharap mampu tuk terus mencari cintanya sejatinya
cinta yang mampu menerimanya apa adanya
dalam gelap
dalam kelam
dan sang malam kan terus mencari...


*tengah malam
ketika sang malam menunggu matinya
karena sang mentari kan memancarkan sinarnya kehidupan...

dan sang waktu telah memilihku

dunia tlah memilihku
untuk tak lagi menyalahkan cinta
tuk melepas penyakit penyakit hati
melepas hawa nafsu

betapa bumi ini bertabur hamparan cinta, kasih dan sayang
membungkus selimut hati dengan anggun
dan aku tak ingin mengotorinya

biarlah
meski tak mudah bagiku
karena manusia tetaplah manusia
yang tersusun atas berbagai rasa

wahai jagad raya
hantarkan aku dalam kasihmu
biarlah cinta hanyalah memilih cinta
dan izinkan kasih membawaku tersenyum dalam pancaranmu

biarkan yang mekar tuk tetap mekar
dan biarkan waktu menunjukkan kuasanya
bebaskan hati membimbing nurani
dan menentukan labuhannya

aku tak ingin kotori cinta
dan biarkan cinta tuk tetap mencinta
dan biarkan kasih membenahi kotoran hati
dalam ketulusannya

Kamis, Juni 09, 2005

hanya satu

sudah kualami perih karena kehilangan
sudah kureguk kecewa karena ditinggalkan
sudah ku didera luka karena dikhianati

semuanya belum seberapa

hanya satu derita yang paling menyiksa
jatuh cinta
tapi tak bisa memiliki

Jumat, Juni 03, 2005

aku adalah sang pecundang cinta
orang yang tercipta tidak untuk dicintai
makhluk yang terkutuk untuk hidup dalam kesendiriannya...

Rabu, Juni 01, 2005

ingin...

ingin ku akhiri cerita
melabuhkan hati ditepian titian
mencari ketenangan setenang tenangnya
menggapai potongan potongan hati yang telah digariskan

ingin ku akhiri lelah
melepas jangkar diri
menutup layar legenda
mengikat ombak samudera

dalam mimpi indahku
kurasa hangat senyum nan menanti lembut
membakar hasrat tuk berlari pulang
karena disana lah bahagiaku
tlah menungguku

itulah merdeka yang kudambakan
bebas atas godaan
lepas atas pilihan
titik dimana
energiku membuncah tak berhingga

ya... disitulah aku kan sempurna

cinta tak dapat dituai
sampai getir dan sakitnya berpisah terasa menusuk
yang akan membuka ruang ruang kesadaran
merasakan kesabaran yang pahit
kesulitan yang menyakitkan

dan aku ingin berhenti menyakiti cinta

ya..
cinta memang takkan memberikan apapun untukku
kecuali keseluruhan dirinya
dan ia tidak akan mengambil apapun dariku
kecuali dirinya sendiri
cinta tidak untuk memiliki dan dimiliki
karena cinta telah cukup untuk cinta

aku tak ingin meraih cinta
dan memenjaranya dalam sejarah
aku hanya ingin berbagi
dengan hambaNya yang hendak berbagi denganku
dalam cinta