Sabtu, September 05, 2009

selamat datang sahabatku

wahai malam, apa kabarmu
tlah lama kau tinggal aku
sejak dewi senja menyinari langkahku
dan kini, kau hadir gelapkan siangku

wahai dingin, apa kabarmu
hampir kulupa gigil belaimu
sejak mentari pagi hangatkan kalbuku
dan kini kau hadir tuk bekukan hariku

wahai sepi, apa kabarmu
sekian lama sembilumu tak lagi hantuiku
sejak renyah tawanya ramaikan duniaku
dan kini kau hadir hampakan jiwaku

disini aku
berkerudung malam
berselimut dingin
berteman sepi
menatap langkah anggun surgawi melambai harum
menjauh...

dan malam itu semakin kelam
dingin itu semakin ngilu
sepi itu semakin gerayangi duniaku

kian lama
kekeh sang malam semakin menggema
lenguh sang dingin terberai membara
lolong sang sepi pekak kan telinga

mereka, sahabat lamaku
selamat datang...

Jumat, September 04, 2009

kini aku mati

aku hanyalah jiwa tanpa rasa
jiwaku telah pergi
jiwaku telah tiada
tiada kubunuh sendiri

malaikat itu telah datang menggenggam jemari
malaikat yang kupanggil sendiri
tuk menancap sembilu
menggores duri

ku sembelih belahan jiwaku dengan tanganku sendiri
ku potong nadiku dengan temali diri
ku renggut sayap putih nan indah tak terkira
ku robek masa depan nan bersih tak bernoda

kini apa yang kau punya kawan?
tlah kau pilih panasnya neraka
lelehkan jiwa suci perawan
sudah puaskah engkau wahai lelaki nista?

sewindu tangis tak cukup pantas untukmu
seabad cambuk layak bagimu

kau, adalah pelaknat
pengisi jahanam
maafmu hanyalah bau busuk nan menyengat kuat
di liang kubur nan tergali dalam

disana tempatmu, wahai jahanam
dalam dingin menusuk diujung malam
mati
dalam sepi

hampa

hampa
aku hampa

hampa karena kebodohan yang nista
nista yang tak dapat dihapus oleh lautan airmata
sesal yang tak bisa diulang asa

kini asa itu telah tiada
meninggalkan lelaki bodoh ini dalam nestapa
nestapa yang tercipta oleh raga yang tak tau mengharga

hampa
aku hampa

entah kemana raga ini hendak dibawa

Tuhan,
pantaskah aku memanjat doa
mengharap maaf dari sang pencinta?

tak ada lagi wajah untuk dibuka
tak ada lagi pantas untuk dicinta
aku hanyalah pendosa
yang telah merusak kertas putih nan tergulung rasa

hampa ini pantas untukmu wahai pendosa
karena setumpuk sampah sepertimu memang harus tak merasa apa
nikmatilah olehmu gelombang azab ditengah samudera
sendiri tanpa arah dalam belantara

disini, aku hampa

Kamis, Februari 15, 2007

lagi sedih

sorry ya hun..
udah merusak hari kasih sayangmu
biar aku ngga pernah pengen ngerayain karena kasih dan sayangku tidak hanya untuk 1 hari

ragu, takut, gelisah,
cintamu begitu rupa

sepertinya aku tak mampu mengimbangi cintamu
karena cintamu terlalu besar untukku
yang hanya mampu sebatas itu

maapin ya hun.. :(

*lagi sedih...

Jumat, November 03, 2006

hunted person

for several time, lately, i just feel like hunted person. hunted from my investor, hunted from my job : partner, my boss, even my staff. just like animal in a wild jungle who try to do anything to face the hunters. i really hope someone i loved understood. but today i just feel, she hunted me too :(

so who will stand beside me? should i face it alone?

*Sigh...

Jumat, Januari 27, 2006

ada dan tiada

aku hanyalah lelaki sederhana
dengan mimpi yang sederhana

namun inginku seperti kutukan bagi sekelilingku
dan aku tak ingin begitu

mungkin aku harus tak berkeinginan
agar damai ada bagi mereka yang ada disekitarku

mungkin aku memang tak boleh menjadi aku
agar tentram akan teduhi orang orang terkasihku

jika adaku hanya kan lelahkan sesahabatku,
menahan langkah pecintaku mencapai asa,
gelisahkan hidup para sesaudaraku
maka tiadaku adalah semerbak embun pagi

jika tiadaku kan terbitkan senyum disudut bibir mereka
ku harap aku ikhlas menerima takdirku
untuk tiada..

Senin, Desember 26, 2005

im memorial part 2

disini..
di tengah gulita malam
1 tahun silam
Sang Tuhan tengah tunjukkan amarahNya

disini
kujelakkan kaki di derai pasir yang menggelitik telapak hati
seraya sampaikan cerita duka yang tak sanggup termaktub dalam kitab kitab manusia fana
tentang Sang Penguasa yang mengangkang dengan sombongnya

kulepas pandangan keujung tepi dunia
mencoba resapi rasa dan karsa yang pernah melanda
mencari makna pesan sang Kuasa
hingga tak kuasa tungkai kaki menyangga bangkai kelana
menggigil dalam hangat benderang rembulan

Tuhan
dalam lubuk takutku yang paling dalam
dalam imajinasi akan gejolak gelisah isi bumi
dalam iri dengki akan nikmat yang kau sampaikan dalam laknat
pada seluruh semesta yang Kau paksa menerima hidayahMu
kuuntai kata tanpa suara
semoga tak perlu ku lewati peristiwa tuk mampu mengurai makna

Tuhan
tak kuminta padamu tuk mudahkan hidupku
hanya saja, berilah aku sekelumit kuasaMu tuk lewati dan hadapi masa demi masa
seperti yang pernah Kau karuniakan pada saudaraku di tanah ini satu tahun lalu

teriring jingga diujung sana
dan azan subuh yang memanggilku pulang
izinkan aku untuk malu
atas serapah derita yang kucipta sendiri


*december 26th 2005
pantai cermin Ulele
banda aceh